Rabu, 21 Oktober 2026
EKSEKUTIF

Sintang Tutup Pameran Warisan Budaya Tak Benda, Bupati Ajak Generasi Muda Lestarikan Tradisi

Estimasi baca 3 menit 8 dibaca
Sintang Tutup Pameran Warisan Budaya Tak Benda, Bupati Ajak Generasi Muda Lestarikan Tradisi

SINTANG – Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala secara resmi menutup Pameran Temporer Warisan Budaya Tak Benda yang digelar selama lima hari di Museum Kapuas Raya, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan warisan budaya daerah agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

Acara penutupan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Sintang Ny. Hermina Bala, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang Herkolanus Roni, sejumlah kepala sekolah, serta para pelaku dan pemerhati seni budaya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat sehingga pameran dapat terlaksana dengan baik. Ia merasa senang karena kegiatan tersebut berjalan lancar dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengenal beragam kekayaan budaya yang dimiliki daerah.

Baca jugaBupati Sintang Dukung Pelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Pohon di Hutan Wisata Baning

Menurutnya, warisan budaya bukan sekadar peninggalan leluhur yang harus dikenang, tetapi juga amanah yang perlu dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan tradisi dan kebudayaan lokal tidak hilang seiring perkembangan zaman.

Bupati menegaskan bahwa pelestarian budaya harus dilakukan secara berkelanjutan. Nilai-nilai tradisi, kesenian, makanan khas, kerajinan tangan, hingga bentuk bangunan tradisional merupakan bagian dari identitas masyarakat yang perlu dipertahankan.

Ia menjelaskan bahwa karakter suatu daerah dapat dikenali melalui berbagai unsur kebudayaannya. Pakaian tradisional, bentuk dan gaya tajak, rumah adat, serta kuliner khas menjadi ciri yang dapat menunjukkan identitas kelompok masyarakat dan asal daerahnya.

Selain itu, makanan tradisional juga memiliki nilai sejarah dan kenangan bagi masyarakat. Aroma serta cita rasa masakan yang diwariskan orang tua merupakan bagian dari pengalaman budaya yang dapat terus diperkenalkan kepada anak cucu.

Gregorius Herkulanus Bala menilai bahwa upaya menjaga kebudayaan tidak cukup hanya melalui penyelenggaraan pameran. Diperlukan keterlibatan masyarakat, keluarga, lembaga pendidikan, serta para pelaku seni agar pengetahuan mengenai tradisi lokal tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mendorong pemanfaatan media sosial sebagai sarana untuk memperluas penyebaran informasi tentang budaya daerah. Melalui platform digital, masyarakat dapat membagikan proses pembuatan kerajinan, cara mengolah makanan tradisional, pertunjukan seni tari, hingga berbagai kegiatan adat yang masih dijalankan.

Menurutnya, penggunaan teknologi dapat menjadi salah satu cara untuk mendekatkan kebudayaan lokal kepada generasi muda. Dengan penyajian yang menarik dan mudah diakses, pengetahuan mengenai warisan leluhur diharapkan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Pameran Temporer Warisan Budaya Tak Benda di Museum Kapuas Raya diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kekayaan budaya Kabupaten Sintang. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan masyarakat dengan berbagai bentuk tradisi dan kesenian yang memiliki nilai sejarah.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sintang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam melestarikan warisan budaya. Dengan menjaga dan mewariskan tradisi kepada generasi penerus, identitas daerah diharapkan tetap bertahan dan menjadi kebanggaan masyarakat Sintang pada masa mendatang.

Berita ini bermanfaat? Bagikan ke keluarga & teman

Bagikan ke WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait